Author :Darin Rania

Profesi guru via http://ambonekspres.fajar.co.id
Namun ada satu ujarannya yang mungkin dianggap kurang menghargai profesi guru. Seperti kita ketahui selama ini, banyak sekali guru di negeri ini yang kehidupannya masih jauh sekali dari kata ‘layak’. Honor yang mereka terima seolah tidak sebanding dengan perjuangan yang telah dilakukan kepada anak-anak didiknya. Mengetahui kondisi itu, Muhadjir justru berkata:
Pak, tolong, bukannya kami tidak ingin masuk surga, tapi apakah sudah tidak ada cara lain agar profesi kami ini bisa lebih dihargai?
Layaknya banyak profesi lain yang menyimpan tanggung jawab selangit, begitu pun dengan profesi guru, tanggung jawabnya pun nggak main-main

Tanggung jawabnya besar sekali lo via alphapay.id
Namun bedanya dengan segudang profesi bergengsi di luar sana, gaji guru kerap bikin hati meringis. Apalagi mereka yang statusnya masih honorer

Gajinya bikin miris 🙁 via news.okezone.com
Percayalah, mendidik serta membimbing anak-anak di pelosok itu bukanlah hal yang mudah. Terlebih jika guru tersebut harus menempuh medan cukup sulit untuk sampai di tempat ia mengabdi. Tapi, entah kenapa segala peluh yang telah berderai itu seolah tak cukup mampu mengetuk hati petinggi negeri untuk lebih menghargai jasa para pahlawan ini.
Mungkin, kecilnya gaji guru di sini, jadi salah satu faktor yang membuat banyak anak muda tidak memasukkan profesi ini sebagai cita-citanya di kemudian hari

Profesi guru banyak dianggap tidak lagi bergengsi via www.viva.co.id
Pernyataan Mendikbud soal guru akan masuk surga mungkin nggak salah-salah amat, mengingat ilmu yang telah diajarkan memang bisa jadi ladang amal jariah. Namun bukan berarti itu bisa jadi pengalihan tanggung jawab pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup seorang guru. Biar bagaimana pun, guru berhak atas kehidupan yang layak, yang salah satunya bisa diperoleh dari gaji yang tinggi.
Semangat ya untuk kalian yang berprofesi sebagai guru. Jangan pantang menyerah, demi masa depan bangsa~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar