Selasa, 31 Desember 2019

Kaledioskop Pendidikan, 15 SMP terbaik Nasional versi UN 2019

KOMPAS.com - Pada 28 Mei 2019, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengumumkan hasil Ujian nasional (UN) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah ( SMP/MTs) dan sederajatnya. Sebanyak 3.581.169 siswa dari 43.833 sekolah telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pada tahun 2019 ini, tujuh provinsi telah menyelenggarakan UNBK jenjang SMP 100 persen. Sepanjang tahun 2019, 15 daftar peringkat SMP terbaik di Indonesia versi UN 2019 ini menjadi salah satu artikel yang menarik pembaca dan banyak dicari pembaca. Nilai UN (Ujian Nasional) bisa menjadi salah satu indikator penilaian dalam proses pendidikan. Namun, masih banyak indikator lain juga perlu diperhatikan selain nilai UN, seperti Ujian Sekolah, kualitas pendidikan dan guru ataupun indikator non-akademik lain. 15 SMP Terbaik Nasional 2019 Berikut 15 SMP terbaik nasional berdasarkan rerata nilai UN 2019: 1. SMP Negeri 5 Yogyakarta: total rerata UN 95,26 2. SMP Unggulan Al-Ya'Lu Jawa Timur: total rerata UN 94,26 3. SMP Negeri 4 Pakem Yogyakarta: total rerata UN 94,22
5. SMP Negeri 8 Yogyakarta: total rerata UN 93,61 6. SMP Negeri 1 Surabaya: total rerata UN 93,52 7. SMP Negeri 1 Godean Yogyakarta: total rerata UN 93,02 8. SMP LabSchool Kebayoran Jakarta; total rerata 92,64 9. SMP LabSchool Jakarta: total rerata UN 92,53 10. SMP Negeri 255 DKI Jakarta: total rerata UN 92,06 11. SMP Negeri 1 Magelang: total rerata UN 92,04 12. SMP Kristen 2 Penabur Jakarta: total rerata UN 91,93 13. SMP Santa Ursula Jakarta: total rerata UN 91,76 14. SMP Negeri 1 Padang: total rerata UN 91,67 15. SMP Negeri 2 Bantul Yogyakarta: total rerata UN 91,66 (Penulis: Fahjie Prasetyo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kaleidoskop Pendidikan, 15 SMP Terbaik Nasional versi UN 2019", https://edukasi.kompas.com/read/2019/12/31/14360401/kaleidoskop-pendidikan-15-smp-terbaik-nasional-versi-un-2019?page=all#page2.
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Nadiem Kembali Ingatkan Calon Siswa SD Dilarang Dites Calistung

Jakarta - Mendikbud Nadiem Makarim kembali mengingatkan agar calon siswa SD tidak dites dengan ujian baca, tulis, dan berhitung. Aturan ini sudah berlaku beberapa periode sebelumnya.

Hal itu sebagaimana dikutip detikcom dari Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Kejuruan, Selasa (31/12/2019). Dalam Permendikbud itu, masuk TK-SMA melalui 4 jalur, yaitu:

1. Zonasi
2. Afirmasi
3. Perpindahan tugas orang tua/wali; dan/atau
4. Prestasi

Dalam Pasal 5 ayat 1 disebutkan persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 SD berusia:

a. 7 tahun sampai dengan 12 tahun;
b. paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

"Seleksi calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD tidak boleh dilakukan berdasarkan tes membaca, menulis, dan/atau berhitung," demikian bunyi Pasal 24 ayat 1.
Aturan di atas sudah lama berlaku. Mohammad Nuh saat menjabat sebagai Mendikbud sudah melarang guru melakukan tes membaca, menulis dan berhitung (calistung) untuk siswa yang akan masuk sekolah dasar dalam kurikulum 2013.

"Saya perintahkan kepada kepala dinas pendidikan untuk melarang pihak sekolah dasar melakukan tes calistung atau membaca, menulis, dan berhitung saat masuk SD," kata Nuh pada Minggu 13 Januari 2013.

Pun saat Muhadjir Effendy sebagai Mendikbud melakukan yang sama. Muhadjir menegaskan SD tidak boleh menggunakan tes baca, tulis, hitung (calistung) sebagai standar menerima siswa.

"Memang sebetulnya kan menurut peraturan yang kita terbitkan tidak boleh ada tes baca, tulis, hitung ketika siswa masuk SD, kecuali tesnya itu untuk placement atau untuk mengetahui apakah anak itu sudah mendapatkan pengalaman belajar calistung atau belum. Tapi bukan digunakan untuk menolak atau menerima anak sekolah," kata Muhadjir pada awal 2019.

Sumber: m.detik.com


Mendikbud Hapus Ujian Nasional, FSGI: Itu Usul Kami

Jakarta - Mendikbud Nadiem Makarim akan menghapus Ujian Nasional (UN) mulai 2021, lalu mengubahnya menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengatakan itu usulannya.

"Itu memang kami sampaikan, kami suarakan. Itu usul dari FSGI. Maka kami mengapresiasi keputusan mas Menteri tadi siang itu," kata Sekjen FSGI Heru Purnomo kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).
Untuk diketahui, perwakilan FSGI diundang oleh Mendikbud Nadiem pada 4 November 2019 lalu untuk menyampaikan usulan. FSGI diundang bersama 22 organisasi profesi guru lainnya, termasuk Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Kembali ke penjelasan Heru. Heru mengapresiasi format Asesmen Kompetensi Minimum sebagai pengganti UN. Menurutnya, Asesmen ini nantinya bisa disamakan modelnya seperti soal-soal dalam survei Programme for International Student Assessment (PISA).

"Dengan adanya Asesmen Kompetensi Minimum itu kan tidak berbasis pada mata pelajaran. Kalau UN itu kan berbasis pada pelajaran matematika, bahasa Indonesia dan sains. Ini kan selanjutnya nanti umum. Artinya nanti sama seperti soal-soal di PISA. Dengan kondisi seperti itu nanti, maka akan terlihat," tuturnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa hasil Asesmen ini bisa dipakai untuk pembinaan. Dia mencontohkan, misalnya nilai kemampuan literasi membaca rendah, maka guru bisa dibina melalui pelatihan.

"Hasilnya nanti untuk pembinaan. Dilihat kekurangannya dimana, ketinggalannya di mana. Misalnya, untuk literasi membaca itu tidak mencapai, maka itu pertama yang harus dilakukan pembinaan adalah gurunya. Gurunya harus mendapatkan pelatihan, agar bisa menyesuaikan apa yang diajarkan dengan kompetensi minimal itu," jelas Heru.

"Format ini bukan untuk meletakkan status sekolah atau peringkat sekolah. Tapi, ini tujuannya untuk melakukan pembinaan," imbuhnya.

Sebelumnya, format seperti Ujian Nasional 2020 akan menjadi yang terakhir. Mendikbud Nadiem Makarim menyebut program pengganti Ujian Nasional akan mulai berlaku pada 2021.

"Untuk 2020, UN akan dilaksanakan sesuai seperti tahun sebelumnya. Jadi 2020, bagi banyak orang tua yang sudah investasi buat anaknya belajar mendapat angka terbaik di UN itu silakan lanjut untuk 2020. Tapi itu hari terakhir UN seperti format sekarang diselenggarakan," kata Nadiem saat rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

Sumber: m.detik.com



Selain Belajar, Kenalkan 5 Permainan yang Mendidik Ini Untuk Anak SD

Permainan yang mendidik atau edukatif merupakan jawaban paling tepat untuk mengatasi rasa jenuh anak dalam belajar. Dibandingkan dengan gadget, permainan ini justru lebih baik. Meskipun secara penerapan jelas gadget akan jauh lebih praktis dari permainan edukatif ini. Jadi jalan alternatifnya, Anda bisa memilih permainan yang mendidik untuk anak SD yang mudah namun sarat ilmu. Misalnya dengan mengenalkan 5 permainan mendidik berikut:


1. Peran Profesi 
Siapa yang tidak kenal dengan permainan legendaris anak 90-an ini? Dibandingkan permainan edukatif lain, sebetulnya di masa kini pun permainan profesi masih cukup banyak diterapkan. Selain karena mudah dilakukan, permainan ini juga efektif untuk memberikan edukasi pada anak mengenai beragam profesi di masa depan. Tidak hanya itu, permainan ini juga bisa menjadi jembatan bantuan bagi anak untuk menemukan bakat dan minat mereka. Karena itu, dalam permainan ini usahakan perankan semua profesi secara totalitas. Ini penting untuk membangun pengetahuan mengenai profesi secara mendalam pada anak. Misalnya, dengan menggunakan media perlengkapan sederhana yang dapat menggambarkan profesi yang Anda perankan. 

2. Cari Harta Karun 
Untuk permainan anak SD, selain peran profesi, permainan cari harta karun juga bisa menjadi pilihan tepat. Cari harta karun sendiri merupakan sebuah permainan dimana pemain harus mencari sebuah harta (benda) yang disembunyikan oleh pemain lainnya. Untuk diterapkan di rumah, permaianan ini akan sangat cocok. Sebab tidak hanya untuk dimainkan berkelompok, namun permainan ini tetap bisa dimainkan meskipun hanya dua orang.

Sebagai permainan edukasi di rumah, permaianan ini dapat membantu anak untuk meningkatkan rangsangan gerak motoriknya. Sedangkan jika dimainkan secara kelompok, permainan cari harta karun dapat meningkatkan sosialisasi, dan mengajarkan anak mengenai cara kerja sama yang baik dalam sebuah tim

3. Sambung Kata 
Sekilas sambung kata memang bukan sebuah permaiann yang menarik. Karena itu tidak heran, permaianan ini jarang sekali dipilih. Padahal untuk edukasi, permainan yang mendidik untuk anak SD ini bukan hanya dapat melatih kemampuan otak saja. Namun lebih dari itu, permainan ini dapat membantu memperkaya jumlah perbendaharaan kata serta kemampuan bahasa anak. Dalam hal cara, permainan sambung kata memiliki konsep main yang sangat sederhana dan mudah. Anda hanya tinggal melemparkan potongan kata awal, dan anak bertugas untuk melanjutkan kata yang disebutkan. Agar semakin menarik, Anda bisa menggunakan media gambar untuk menjelaskan potongan kata yang disebutkan. Contoh: Sambung kata untuk kalimat “Kambing”. Di sini Anda bisa menyebut potongan kata awal, yaitu “Kam” dengan menunjuk gambar kambing. Dengan cara ini, anak akan dengan mudah memahami jawaban dari potongan kata awal yang Anda sebutkan. 

4. Tebak Jitu 
Nyaris mirip dengan permainan sambung kata, tebak jitu juga merupakan permainan yang memiliki cara main menebak suatu benda. Yang agak berbeda, sambung kata, potongan kata awal benda yang ditanyakan diberitahukan, di permainan ini tidak. Konsepnya, Anda hanya menunjukkan suatu benda pada anak dengan media main seperti gambar, atau benda yang ditanyakan secara asli. Sebagai edukasi, permainan untuk anak SD ini dapat membantu Anda dalam mengenalkan suatu benda secara seru. Dengan begitu, bukan hanya bermain, tetapi anak juga akan mendapatkan ilmu baru. 

5. Permainan Warna 
Permainan warna merupakan sebuah permainan edukasi yang dapat membantu Anda untuk mengenalkan serta melatih cara membedakan warna pada anak. Tidak kalah mudah, permainan warna memiliki konsep main menunjukkan warna dan anak bertugas untuk menebaknya. Agar permainan menarik dan tidak membosankan, permainan warna bisa Anda kemas dengan cara mengajak anak untuk menggambar juga. Jadi sebelum bermain, pastikan Anda telah menyiapkan media permainan seperti, kertas, dan cat air atau pensil warna.

Semua permainan yang mendidik untuk anak SD di atas bisa Anda mainkan dengan sangat mudah. Agar tujuan edukasi berhasil, setelah permainan bangun juga komunikasi dan selipkan kembali ilmu baru yang Anda ajarkan dari permainan yang sebelumnya anak mainkan.


Sumber: https://www.sekolahdasar.net/2019/10/selain-belajar-kenalkan-5-permainan-untuk-anak-sd.html

Tips untuk Jadi Guru Hebat Mencetak Lulusan Berprestasi

Hal paling menggembirakan bagi seorang guru adalah ketika anak didiknya berprestasi. Predikat guru hebat layak untuk diberikan pada guru yang bisa membuat siswanya berhasil dalam proses belajarnya. Namun tidak semua guru bisa sukses dalam mencetak lulusan terbaik dan berprestasi. Jika Anda salah satu di antara mereka, coba deh pelajari tips untuk jadi guru hebat di bawah ini.

1. Mengembangkan Kurikulum Jadi Interaktif 
Dalam dunia pendidikan kurikulum memiliki peranan yang penting. Terutama dalam mencetak anak didik yang kreatif, kompeten dan berprestasi. Kurikulum yang baik tidak harus dengan metode yang rumit dan serba canggih. Namun lebih ke mudahnya materi dapat diterima oleh siswa dengan latar belakang yang berbeda. Guru harus bisa menemukan cara terbaik dalam memberikan materi agar siswa bisa mencerna dengan baik. Untuk itu dalam menyusun kurikulum harus dipikirkan dengan matang sehingga lebih tepat dan interaktif. Jika siswa bisa menikmati proses belajar dengan senang dan nyaman sudah pasti materi dapat diterima dengan mudah. 

2. Tingkatkan Komunikasi Dengan Anak Didik 
Seorang guru harus selalu berinovasi dan kreatif. Jadikan mengajar adalah hal yang menyenangkan sehingga dalam menyampaikan materi jadi tidak menjenuhkan. Mungkin Anda bisa mencoba strategi mengajar yang lebih seru dan baru. Bisa dengan cara bermain, bercerita atau apapun yang tidak terlalu text book.

Cara mengajar yang kaku hanya akan membuat siswa bosan. Teknik mengajar yang seperti itu sudah dilakukan hampir di setiap jenjang pendidikan. Untuk itu mengajar juga harus memiliki strategi terutama dalam membangun komunikasi antara guru dan murid. Selama komunikasi berjalan dengan baik, proses belajar jadi lebih seru dan menyenangkan. Peran aktif peserta didik sangat diperlukan untuk mewujudkan pembelajaran yang mengasyikkan. Siswa diharapkan bisa menanyakan ketika ada materi yang belum dimengerti. Nah, guru bisa menjawab pertanyaan siswa sambil memberikan contoh yang relevan dengan kehidupan di dunia nyata.

3. Berikan Tugas Rumah Dengan Porsi yang Tepat Kondisi 

Siswa tentu sudah diketahui oleh setiap pengajar. Dalam hal ini seorang guru paham betul kemampuan yang telah dimiliki siswanya. Sikap tegas dan tidak memanjakan siswa harus dimiliki seorang pengajar. Tujuannya agar siswa menjadi kuat dan bisa belajar bertanggung jawab. Mungkin salah cara yang bisa dicoba dengan memberikan tugas sesuai porsinya. Buatlah semacam tugas yang ada sedikit tantangannya. Proses ini nanti akan sangat berguna ketika siswa memasuki dunia kerja. Jadi tidak kaget lagi jika dihadapkan dengan tugas yang penuh dengan tantangan.

4. Terus Belajar dan Mengasah Kemampuan Belajar tidak mengenal usia bahkan sampai akhir hayat kita. Jika Anda tidak ingin tergerus dengan perkembangan zaman, hal yang sebaiknya Anda lakukan dengan terus belajar. Zaman yang semakin maju akan ada perbedaan yang terjadi. Sebagai seorang pengajar harus mampu beradaptasi dan memahami hal-hal baru. Seorang pengajar itu harus cerdas dan cepat menguasai banyak ha dengan baik. Tips untuk jadi guru hebat pada point keempat ini jangan Anda sepelekan. Jika Anda lengah dan puas diri dengan apa yang dimiliki saat ini maka siap-siap saja kami akan dilengserkan dengan pesaingmu. 

5. Tetap Berjuang dan Berikan yang Terbaik 
Untuk menghasilkan lulusan berprestasi bukan perkara yang mudah ya. Anda harus terus berjuang dan selalu memberikan yang terbaik dalam mengajar. Anda tentu ingin menjadi guru hebat bukan? Nah caranya dengan berjuang dengan penuh semangat, nikmati prosesnya dan terus berusaha memberikan yang terbaik. Menjadi guru yang hebat harus ada pengorbanan baik dari segi waktu dan tenaga. Anda bisa coba tips untuk jadi guru hebat di atas demi mencetak lulusan yang berprestasi. karena sejatinya indikasi keberhasilan mengajar dapat dilihat dari hal tersebut.


Sumber: https://www.sekolahdasar.net/2019/12/tips-untuk-jadi-guru-hebat-mencetak-lulusan-berprestasi.html

(Peran Guru) Mendidik Murid Nakal

Selain orangtua, guru memiliki peran dan tanggung jawab yang besar atas perkembangan sifat dan perilaku anak. Sumber: FB: https://www...