Selasa, 31 Desember 2019

Kaledioskop Pendidikan, 15 SMP terbaik Nasional versi UN 2019

KOMPAS.com - Pada 28 Mei 2019, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengumumkan hasil Ujian nasional (UN) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah ( SMP/MTs) dan sederajatnya. Sebanyak 3.581.169 siswa dari 43.833 sekolah telah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pada tahun 2019 ini, tujuh provinsi telah menyelenggarakan UNBK jenjang SMP 100 persen. Sepanjang tahun 2019, 15 daftar peringkat SMP terbaik di Indonesia versi UN 2019 ini menjadi salah satu artikel yang menarik pembaca dan banyak dicari pembaca. Nilai UN (Ujian Nasional) bisa menjadi salah satu indikator penilaian dalam proses pendidikan. Namun, masih banyak indikator lain juga perlu diperhatikan selain nilai UN, seperti Ujian Sekolah, kualitas pendidikan dan guru ataupun indikator non-akademik lain. 15 SMP Terbaik Nasional 2019 Berikut 15 SMP terbaik nasional berdasarkan rerata nilai UN 2019: 1. SMP Negeri 5 Yogyakarta: total rerata UN 95,26 2. SMP Unggulan Al-Ya'Lu Jawa Timur: total rerata UN 94,26 3. SMP Negeri 4 Pakem Yogyakarta: total rerata UN 94,22
5. SMP Negeri 8 Yogyakarta: total rerata UN 93,61 6. SMP Negeri 1 Surabaya: total rerata UN 93,52 7. SMP Negeri 1 Godean Yogyakarta: total rerata UN 93,02 8. SMP LabSchool Kebayoran Jakarta; total rerata 92,64 9. SMP LabSchool Jakarta: total rerata UN 92,53 10. SMP Negeri 255 DKI Jakarta: total rerata UN 92,06 11. SMP Negeri 1 Magelang: total rerata UN 92,04 12. SMP Kristen 2 Penabur Jakarta: total rerata UN 91,93 13. SMP Santa Ursula Jakarta: total rerata UN 91,76 14. SMP Negeri 1 Padang: total rerata UN 91,67 15. SMP Negeri 2 Bantul Yogyakarta: total rerata UN 91,66 (Penulis: Fahjie Prasetyo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kaleidoskop Pendidikan, 15 SMP Terbaik Nasional versi UN 2019", https://edukasi.kompas.com/read/2019/12/31/14360401/kaleidoskop-pendidikan-15-smp-terbaik-nasional-versi-un-2019?page=all#page2.
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Nadiem Kembali Ingatkan Calon Siswa SD Dilarang Dites Calistung

Jakarta - Mendikbud Nadiem Makarim kembali mengingatkan agar calon siswa SD tidak dites dengan ujian baca, tulis, dan berhitung. Aturan ini sudah berlaku beberapa periode sebelumnya.

Hal itu sebagaimana dikutip detikcom dari Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Kejuruan, Selasa (31/12/2019). Dalam Permendikbud itu, masuk TK-SMA melalui 4 jalur, yaitu:

1. Zonasi
2. Afirmasi
3. Perpindahan tugas orang tua/wali; dan/atau
4. Prestasi

Dalam Pasal 5 ayat 1 disebutkan persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 SD berusia:

a. 7 tahun sampai dengan 12 tahun;
b. paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

"Seleksi calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD tidak boleh dilakukan berdasarkan tes membaca, menulis, dan/atau berhitung," demikian bunyi Pasal 24 ayat 1.
Aturan di atas sudah lama berlaku. Mohammad Nuh saat menjabat sebagai Mendikbud sudah melarang guru melakukan tes membaca, menulis dan berhitung (calistung) untuk siswa yang akan masuk sekolah dasar dalam kurikulum 2013.

"Saya perintahkan kepada kepala dinas pendidikan untuk melarang pihak sekolah dasar melakukan tes calistung atau membaca, menulis, dan berhitung saat masuk SD," kata Nuh pada Minggu 13 Januari 2013.

Pun saat Muhadjir Effendy sebagai Mendikbud melakukan yang sama. Muhadjir menegaskan SD tidak boleh menggunakan tes baca, tulis, hitung (calistung) sebagai standar menerima siswa.

"Memang sebetulnya kan menurut peraturan yang kita terbitkan tidak boleh ada tes baca, tulis, hitung ketika siswa masuk SD, kecuali tesnya itu untuk placement atau untuk mengetahui apakah anak itu sudah mendapatkan pengalaman belajar calistung atau belum. Tapi bukan digunakan untuk menolak atau menerima anak sekolah," kata Muhadjir pada awal 2019.

Sumber: m.detik.com


Mendikbud Hapus Ujian Nasional, FSGI: Itu Usul Kami

Jakarta - Mendikbud Nadiem Makarim akan menghapus Ujian Nasional (UN) mulai 2021, lalu mengubahnya menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengatakan itu usulannya.

"Itu memang kami sampaikan, kami suarakan. Itu usul dari FSGI. Maka kami mengapresiasi keputusan mas Menteri tadi siang itu," kata Sekjen FSGI Heru Purnomo kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).
Untuk diketahui, perwakilan FSGI diundang oleh Mendikbud Nadiem pada 4 November 2019 lalu untuk menyampaikan usulan. FSGI diundang bersama 22 organisasi profesi guru lainnya, termasuk Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Kembali ke penjelasan Heru. Heru mengapresiasi format Asesmen Kompetensi Minimum sebagai pengganti UN. Menurutnya, Asesmen ini nantinya bisa disamakan modelnya seperti soal-soal dalam survei Programme for International Student Assessment (PISA).

"Dengan adanya Asesmen Kompetensi Minimum itu kan tidak berbasis pada mata pelajaran. Kalau UN itu kan berbasis pada pelajaran matematika, bahasa Indonesia dan sains. Ini kan selanjutnya nanti umum. Artinya nanti sama seperti soal-soal di PISA. Dengan kondisi seperti itu nanti, maka akan terlihat," tuturnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa hasil Asesmen ini bisa dipakai untuk pembinaan. Dia mencontohkan, misalnya nilai kemampuan literasi membaca rendah, maka guru bisa dibina melalui pelatihan.

"Hasilnya nanti untuk pembinaan. Dilihat kekurangannya dimana, ketinggalannya di mana. Misalnya, untuk literasi membaca itu tidak mencapai, maka itu pertama yang harus dilakukan pembinaan adalah gurunya. Gurunya harus mendapatkan pelatihan, agar bisa menyesuaikan apa yang diajarkan dengan kompetensi minimal itu," jelas Heru.

"Format ini bukan untuk meletakkan status sekolah atau peringkat sekolah. Tapi, ini tujuannya untuk melakukan pembinaan," imbuhnya.

Sebelumnya, format seperti Ujian Nasional 2020 akan menjadi yang terakhir. Mendikbud Nadiem Makarim menyebut program pengganti Ujian Nasional akan mulai berlaku pada 2021.

"Untuk 2020, UN akan dilaksanakan sesuai seperti tahun sebelumnya. Jadi 2020, bagi banyak orang tua yang sudah investasi buat anaknya belajar mendapat angka terbaik di UN itu silakan lanjut untuk 2020. Tapi itu hari terakhir UN seperti format sekarang diselenggarakan," kata Nadiem saat rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

Sumber: m.detik.com



Selain Belajar, Kenalkan 5 Permainan yang Mendidik Ini Untuk Anak SD

Permainan yang mendidik atau edukatif merupakan jawaban paling tepat untuk mengatasi rasa jenuh anak dalam belajar. Dibandingkan dengan gadget, permainan ini justru lebih baik. Meskipun secara penerapan jelas gadget akan jauh lebih praktis dari permainan edukatif ini. Jadi jalan alternatifnya, Anda bisa memilih permainan yang mendidik untuk anak SD yang mudah namun sarat ilmu. Misalnya dengan mengenalkan 5 permainan mendidik berikut:


1. Peran Profesi 
Siapa yang tidak kenal dengan permainan legendaris anak 90-an ini? Dibandingkan permainan edukatif lain, sebetulnya di masa kini pun permainan profesi masih cukup banyak diterapkan. Selain karena mudah dilakukan, permainan ini juga efektif untuk memberikan edukasi pada anak mengenai beragam profesi di masa depan. Tidak hanya itu, permainan ini juga bisa menjadi jembatan bantuan bagi anak untuk menemukan bakat dan minat mereka. Karena itu, dalam permainan ini usahakan perankan semua profesi secara totalitas. Ini penting untuk membangun pengetahuan mengenai profesi secara mendalam pada anak. Misalnya, dengan menggunakan media perlengkapan sederhana yang dapat menggambarkan profesi yang Anda perankan. 

2. Cari Harta Karun 
Untuk permainan anak SD, selain peran profesi, permainan cari harta karun juga bisa menjadi pilihan tepat. Cari harta karun sendiri merupakan sebuah permainan dimana pemain harus mencari sebuah harta (benda) yang disembunyikan oleh pemain lainnya. Untuk diterapkan di rumah, permaianan ini akan sangat cocok. Sebab tidak hanya untuk dimainkan berkelompok, namun permainan ini tetap bisa dimainkan meskipun hanya dua orang.

Sebagai permainan edukasi di rumah, permaianan ini dapat membantu anak untuk meningkatkan rangsangan gerak motoriknya. Sedangkan jika dimainkan secara kelompok, permainan cari harta karun dapat meningkatkan sosialisasi, dan mengajarkan anak mengenai cara kerja sama yang baik dalam sebuah tim

3. Sambung Kata 
Sekilas sambung kata memang bukan sebuah permaiann yang menarik. Karena itu tidak heran, permaianan ini jarang sekali dipilih. Padahal untuk edukasi, permainan yang mendidik untuk anak SD ini bukan hanya dapat melatih kemampuan otak saja. Namun lebih dari itu, permainan ini dapat membantu memperkaya jumlah perbendaharaan kata serta kemampuan bahasa anak. Dalam hal cara, permainan sambung kata memiliki konsep main yang sangat sederhana dan mudah. Anda hanya tinggal melemparkan potongan kata awal, dan anak bertugas untuk melanjutkan kata yang disebutkan. Agar semakin menarik, Anda bisa menggunakan media gambar untuk menjelaskan potongan kata yang disebutkan. Contoh: Sambung kata untuk kalimat “Kambing”. Di sini Anda bisa menyebut potongan kata awal, yaitu “Kam” dengan menunjuk gambar kambing. Dengan cara ini, anak akan dengan mudah memahami jawaban dari potongan kata awal yang Anda sebutkan. 

4. Tebak Jitu 
Nyaris mirip dengan permainan sambung kata, tebak jitu juga merupakan permainan yang memiliki cara main menebak suatu benda. Yang agak berbeda, sambung kata, potongan kata awal benda yang ditanyakan diberitahukan, di permainan ini tidak. Konsepnya, Anda hanya menunjukkan suatu benda pada anak dengan media main seperti gambar, atau benda yang ditanyakan secara asli. Sebagai edukasi, permainan untuk anak SD ini dapat membantu Anda dalam mengenalkan suatu benda secara seru. Dengan begitu, bukan hanya bermain, tetapi anak juga akan mendapatkan ilmu baru. 

5. Permainan Warna 
Permainan warna merupakan sebuah permainan edukasi yang dapat membantu Anda untuk mengenalkan serta melatih cara membedakan warna pada anak. Tidak kalah mudah, permainan warna memiliki konsep main menunjukkan warna dan anak bertugas untuk menebaknya. Agar permainan menarik dan tidak membosankan, permainan warna bisa Anda kemas dengan cara mengajak anak untuk menggambar juga. Jadi sebelum bermain, pastikan Anda telah menyiapkan media permainan seperti, kertas, dan cat air atau pensil warna.

Semua permainan yang mendidik untuk anak SD di atas bisa Anda mainkan dengan sangat mudah. Agar tujuan edukasi berhasil, setelah permainan bangun juga komunikasi dan selipkan kembali ilmu baru yang Anda ajarkan dari permainan yang sebelumnya anak mainkan.


Sumber: https://www.sekolahdasar.net/2019/10/selain-belajar-kenalkan-5-permainan-untuk-anak-sd.html

Tips untuk Jadi Guru Hebat Mencetak Lulusan Berprestasi

Hal paling menggembirakan bagi seorang guru adalah ketika anak didiknya berprestasi. Predikat guru hebat layak untuk diberikan pada guru yang bisa membuat siswanya berhasil dalam proses belajarnya. Namun tidak semua guru bisa sukses dalam mencetak lulusan terbaik dan berprestasi. Jika Anda salah satu di antara mereka, coba deh pelajari tips untuk jadi guru hebat di bawah ini.

1. Mengembangkan Kurikulum Jadi Interaktif 
Dalam dunia pendidikan kurikulum memiliki peranan yang penting. Terutama dalam mencetak anak didik yang kreatif, kompeten dan berprestasi. Kurikulum yang baik tidak harus dengan metode yang rumit dan serba canggih. Namun lebih ke mudahnya materi dapat diterima oleh siswa dengan latar belakang yang berbeda. Guru harus bisa menemukan cara terbaik dalam memberikan materi agar siswa bisa mencerna dengan baik. Untuk itu dalam menyusun kurikulum harus dipikirkan dengan matang sehingga lebih tepat dan interaktif. Jika siswa bisa menikmati proses belajar dengan senang dan nyaman sudah pasti materi dapat diterima dengan mudah. 

2. Tingkatkan Komunikasi Dengan Anak Didik 
Seorang guru harus selalu berinovasi dan kreatif. Jadikan mengajar adalah hal yang menyenangkan sehingga dalam menyampaikan materi jadi tidak menjenuhkan. Mungkin Anda bisa mencoba strategi mengajar yang lebih seru dan baru. Bisa dengan cara bermain, bercerita atau apapun yang tidak terlalu text book.

Cara mengajar yang kaku hanya akan membuat siswa bosan. Teknik mengajar yang seperti itu sudah dilakukan hampir di setiap jenjang pendidikan. Untuk itu mengajar juga harus memiliki strategi terutama dalam membangun komunikasi antara guru dan murid. Selama komunikasi berjalan dengan baik, proses belajar jadi lebih seru dan menyenangkan. Peran aktif peserta didik sangat diperlukan untuk mewujudkan pembelajaran yang mengasyikkan. Siswa diharapkan bisa menanyakan ketika ada materi yang belum dimengerti. Nah, guru bisa menjawab pertanyaan siswa sambil memberikan contoh yang relevan dengan kehidupan di dunia nyata.

3. Berikan Tugas Rumah Dengan Porsi yang Tepat Kondisi 

Siswa tentu sudah diketahui oleh setiap pengajar. Dalam hal ini seorang guru paham betul kemampuan yang telah dimiliki siswanya. Sikap tegas dan tidak memanjakan siswa harus dimiliki seorang pengajar. Tujuannya agar siswa menjadi kuat dan bisa belajar bertanggung jawab. Mungkin salah cara yang bisa dicoba dengan memberikan tugas sesuai porsinya. Buatlah semacam tugas yang ada sedikit tantangannya. Proses ini nanti akan sangat berguna ketika siswa memasuki dunia kerja. Jadi tidak kaget lagi jika dihadapkan dengan tugas yang penuh dengan tantangan.

4. Terus Belajar dan Mengasah Kemampuan Belajar tidak mengenal usia bahkan sampai akhir hayat kita. Jika Anda tidak ingin tergerus dengan perkembangan zaman, hal yang sebaiknya Anda lakukan dengan terus belajar. Zaman yang semakin maju akan ada perbedaan yang terjadi. Sebagai seorang pengajar harus mampu beradaptasi dan memahami hal-hal baru. Seorang pengajar itu harus cerdas dan cepat menguasai banyak ha dengan baik. Tips untuk jadi guru hebat pada point keempat ini jangan Anda sepelekan. Jika Anda lengah dan puas diri dengan apa yang dimiliki saat ini maka siap-siap saja kami akan dilengserkan dengan pesaingmu. 

5. Tetap Berjuang dan Berikan yang Terbaik 
Untuk menghasilkan lulusan berprestasi bukan perkara yang mudah ya. Anda harus terus berjuang dan selalu memberikan yang terbaik dalam mengajar. Anda tentu ingin menjadi guru hebat bukan? Nah caranya dengan berjuang dengan penuh semangat, nikmati prosesnya dan terus berusaha memberikan yang terbaik. Menjadi guru yang hebat harus ada pengorbanan baik dari segi waktu dan tenaga. Anda bisa coba tips untuk jadi guru hebat di atas demi mencetak lulusan yang berprestasi. karena sejatinya indikasi keberhasilan mengajar dapat dilihat dari hal tersebut.


Sumber: https://www.sekolahdasar.net/2019/12/tips-untuk-jadi-guru-hebat-mencetak-lulusan-berprestasi.html

Rabu, 02 Oktober 2019

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah           : SD/ MI ………………………………
Mata Pelajaran          : TEMATIK
Tema                          : 6. Cita-citaku
Subtema                     : 3. Giat Berusaha Meraih Cita-cita
Pembelajaran Ke-     : 4
Kelas/Semester          : I (Satu) / I
Alokasi Waktu          : 35 menit

A.    KOMPETENSI INTI
1.      Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga.
3.      Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
4.      Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.     KOMPETENSI DASAR
PPKn
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.3     Mensyukuri keberagaman umat beragama di masyarakat sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam konteks Bhineka Tunggal Ika.








2.3     Bersikap toleran dalam keberagaman umat beragama di masyarakat dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika.


3.3     Menjelaskan manfaat keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan sehari-hari.

3.3.1        Mengidentifikasi keragaman keragamaan yang terdapat di sekitarnya
3.3.2      Menyebutkan manfaat keberagaman yang ada di sekitarnya
4.3     Mengemukakan manfaat keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan sehari-hari.
4.3.1     Menyajikan kembali hasil identifikasi  keberagaman karakteristik individu di sekitarnya
4.3.2     Mendemonstrasikan manfaat keberagaman yang ditemukan dalam kehidupaan sehari-hari

IPS
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1   Mengidentifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota/kabupaten sampai tingkat provinsi.
3.1.1        Mengidentifikasi sumber daya alam  hayati (hewan dan tumbuhan) yang terdapat di Indonesia dan DIY
3.1.2        Mengidentifikasi barang-barang-barang tambang yang terdapat di wilayah Indonesia dan DIY
3.1.3        Mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat
4.1  Menyajikan hasil identifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota/ kabupaten sampai tingkat provinsi.
4.1.1        Mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam di tingkat DIY
4.1.2        Menyajikan laporan hasil identifikasi pemanfaatan sumber daya alam

Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6  Menggali isi dan amanat puisi yang disajikan secara lisan dan tulis dengan tujuan untuk kesenangan.
3.6.1        Menjelaskan isi dan amanat puisi secara lisan
3.6.2        Mengidentifikasi isi dan amanat puisi
4.6  Melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri.
4.6.1        Mendeklamasikan puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi



C.    TUJUAN
1.      Melalui kegiatan melakukan pengamatan di lingkungan sekitar, siswa dapat mengidentifikasi keragaman kegiatan orang-orang yang ada di lingkungan sekitar dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari dengan baik.
2.      Melalui kegiatan menuliskan hasil pengamatan, siswa dapat menjelaskan hasil identifikasi keragaman kegiatan orang-orang yang ada di lingkungan sekitar dan manfaatnya secara tepat.
3.      Melalui kegiatan diskusi, siswa dapat menyebutkan manfaat keberagaman yang ada di sekitarnya dengan percaya diri
4.      Melalui kegiatan melakukan pengamatan dan berdiskusi dalam kelompok, siswa dapat mengidentifikasi sumber daya alam  hayati (hewan dan tumbuhan) yang terdapat di Indonesia dengan benar.
5.      Melalui kegiatan diskusi, siswa mampu mengidentifikasi barang-barang-barang tambang yang terdapat di wilayah Indonesia dan DIY.
6.      Melalui kegiatan make a match, siswa mampu mengidentifikasi sda hayati dan non hayati yang terdapat di Indonesia
7.      Melalui kegiatan berdiskusi, siswa mampu mengidentifikasi pemanfaatan sumber daya alam disekitarnya dengan tept
8.      Melalui kegiatan tanya jawab, siswa mampu mengidentifikasi sumber daya alam hayai dan non hayati
9.      Melalui kegiatan menuangkan hasil diskusi, siswa mampu menyajikan laporan hasil identifikasi pemanfaatan sumber daya alam dengan benar
10.  Melalui kegiatan membuat puisi sendiri, siswa mampu menggunakan hasil pengamatannya tentang ciri-ciri puisi secara tepat.
11.  Melalui kegiatan membaca puisi sendiri, siswa mampu menjelaskan isi dan amanat puisi secara lisan dengan baik
12.  Melalui kegiatan mengamati makna puisi, siswa mmapu mengidentifikasi isi dan amanat puisi dengan tepat
13.  Melalui kegiatan membaca puisi, siswa mampu mendeklamasikan puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi dengan tepat dan percaya diri

D.    MATERI AJAR
a.       Materi Pokok :
-       Keragaman karakteristik individu di sekitar
-       Sumber Daya Alam
-       Macam-macam Puisi

b.      Materi Ajar :
-       Keragaman karakteristik individu (agama)
-       Sumber Daya Alam Hayati dan Sumber Daya Alam Non-Hayati
-       Puisi-puisi Indonesia

E.     PENDEKATAN & METODE
       Pendekatan               : Scientific
Model Pembelajaran : Cooperative Learning
Tipe                           : Make A Match
Metode                     : Ceramah, tanya-jawab, penugasan, diskusi, pengamatan
                                    dan permainan.

F.     MEDIA, ALAT, DAN SUMBER BELAJAR
a.            Sumber Belajar :
-          Bahan Ajar siswa kelas IV
-          Buku guru kelas IV Kemendikbud edisi revisi 2017
-          Buku siswa kelas IV Kemendikbud edisi revisi 2017
-          Internet
-          Lingkungan Fisik

b.      Media
         - Gambar ilustrasi
         - Peta/Globe
         - Media Interaktif Lectora

c.      Alat
         - LCD Proyektor, laptop, lembar kerja peserta didik








G.    KEGIATAN  PEMBELAJARAN

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi
Waktu
Pembukaan
1.         Guru mengucapkan salam, menanyakan kabar siswa di dalam kelas.
2.         Salah seorang siswa diminta untuk memimpin membaca do’a. (Religius )
3.         Guru mengecek kehadiran siswa, apabila ada siswa yang tidak hadir maka diberikan bentuk kepedulian/ perhatian kepada siswa tersebut.
4.         Guru melakukan apersepsi dengan menyanyikan lagu “……….”
5.         Guru mengaitkan lagu yang telah dinyanyikan dengan pembelajaran yang akan dipelajari hari ini
“……………?”
“…………………?”
-          Masuk pengaitan materi (…………………………)
6.         Guru menyampaikan pembelajaran hari ini
7.         Guru menyampaikan sekilas tujuan pembelajaran hari ini
5  menit
Inti
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
·            Guru mengawali pelajaran dengan menggunakan teks bacaan.
·            Siswa membaca teks bacaan “Sang Arsitek” di dalam hati. (membaca)
·            Siswa diminta menjelaskan uraian teks bacaan tersebut dengan singkat
·            Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai uraian teks bacaan “Sang Arsitek” (menyimak)
·            Siswa diminta untuk mengerjakan soal tentang teks bacaan “Sang Arsitek” pada lembar kerja peserta didik. (mengolah informasi)
·            Siswa diajak guru untuk menyampaikan agama yang ada di Indonesia
·            Guru memberikan penjelasan makna keragaman agama yang ada di Indonesia serta tempat beribadahnya
·            Siswa diminta berdiskusi dengan teman sebangku oleh guru untuk mengamati keragaman di Indonesia mengenai SDA Hayati. (mengamati)
·            Guru melakukan tanya jawab mengenai SDA Hayati di Indonesia
·            Siswa diminta untuk berkelompok mengidentifikasi SDA Hayati yang ada di DIY secara detail dengan bimbingan guru
·            Kemudian, siswa melaporkan hasil identifikasi SDA Hayati yang tersebar di DIY
·            Siswa diminta untuk membaca “Mimpi Seorang Laskar Pelangi” di dalam hati
·            Siswa diminta untuk mengerjakan lembar kerja peserta didik mengenai bacaan “Mimpi Seorang Laskar pelangi”
·            Siswa diminta untuk membaca puisi yang berjudul “Laskar Pelangi” dengan intonasi yang tepat (sebelumnya guru mencontohkan)
·            Siswa mengidentifikasi makna puisi “Laskar Pelangi” bersama teman sebangkunya
·            Siswa diminta untuk membuat puisi mengenai masing-masing cita-citanya
·            Setelah itu, siswa diminta mengidentifikasi keragaman SDA Non Hayati berdasarkan bacaan “Mimpi Seorang Laskar pelangi”
·            Siswa mengidentifikasi SDA Non-Hayati di Indonesia dengan mengerjakan lembar kerja peserta didik
·            Guru meminta siswa untuk mengeksplor SDA Non-Hayati di DIY beserta manfaatnya bagi masyarakat sekitar dalam bentuk laporan tertulis (berpikir kritis)
·            Setelah itu, siswa diajak bermain sambil belajar menggunakan teknik games Make A Match yang telah di modifikasi guru
·            Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok
·            Guru menyampaikan cara bermain Make A Match (terlampir)
·            Siswa dibimbing oleh guru dalam permainan “Make A Match
·            Guru membahas soal dengan pemberian poin pada masing-masing kelompok
·            Guru menyampaikan poin yang didapatkan oleh masing-masing kelompok
·            Guru memberikan reward kepada siswa

20
menit

Penutup dan Tindak Lanjut
  1. Guru menanyakan perasaan kepada siswa terhadap pembelajaran hari ini (melakukan refleksi)
  2. Siswa menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama dengan guru
  3. Guru memperjelas kesimpulan pembelajaran hari ini, menekankan kembali pelajaran hari ini
  4. Guru melakukan penilaian hasil belajar peserta didik
  5. Kegiatan tindak lanjut oleh guru, siswa diminta untuk mempelajari pelajaran pada pembelajaran selanjutnya (membuat puisi mengenai cita-citanya).
  6. Guru menyampaikan pesan moral “mengenai sikap teladan Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, dan Nabi Musa” yang harus dimiliki oleh siswa
  7. Do’a penutup di pimpin oleh salah satu siswa. (Religius)
  8. Guru mengucapkan hamdallah dan mengucapkan salam.

5 menit


H.    PENILAIAN
Sebuah proses pembelajaran akan menghasilkan sebuah hasil pembelajara, hasil pembelajaran tersebut dihadapkan dalam penilaian yang mengukur kompetensi peserta didik. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.  Penilaian pada pembelajaran ini meliputi penilaian tes pengetahuan, pengamatan sikap, serta penilaian keterampilan. Yang digambarkan dalam rubrik sebagai berikut ini :
1.      Penilaian tes pengetahuan
a.    Menjawab pertanyan berdasarkan teks uraian
b.   Menjodohkan soal dan jawaban (Make A Match)
c.    Tugas mandiri pada LKPD

Skor penilaian yang digunakan
Penilaian =   x  100

2.      Penilaian pengamatan sikap
Sikap pada saat pembelajaran
No
Nama Siswa
Penilaian Sikap
Kerja Sama
Percaya Diri
Kekompakan
Tanggung Jawab
B
C
K
B
C
K
B
C
K
B
C
K
1.
Nabila












2.
Ari












3.
Aggie












Keterangan :
B (Baik);
C (Cukup);
K (kurang)



3.        Penilaian Keterampilan
Rubrik Diskusi Kelompok  
Kompetensi yang dinilai:
a.    Pengetahuan siswa
b.    Keterampilan berbicara dan mengungkapkan pendapat
c.    Sikap kerja sama dan tanggung jawab

Aspek
BaikSekali
Baik
Cukup
Perlu Bimbingan
4
3
2
1
Pengetahuan
Semua
pendapat yang
diberikan oleh
kelompok
Sebagian besar
pendapat yang
diberikan oleh
kelompok
Beberapa
pendapat
yang
diberikan
oleh
kelompok
Hanya sedikit
pendapat yang
diberikan oleh
kelompok
Sikap
Kerjasama
Seluruh
anggota terlihat
bersungguh sungguh
dalam
berdiskusi dan
mempersiapkan
permainan kompak
Beberapa anggota
terlihat
bersungguh sungguh
dalam berdiskusi
dan mempersiapkan
permainan yang kompak
Seluruh anggota
terlihat
bermain main
namun
masih mau
memperlihatkan
kerja
sama mereka
sekalipun
dalam pengawasan
guru
Seluruh
anggota terus
bermain-main
sekalipun
sudah
berulang kali
diperingatkan
oleh guru.
Keterampilan
Berbicara
Pengucapan
pendapat secara
keseluruhan
jelas, tidak
menggumam
dan dapat
dimengerti
Pengucapan
pendapat
di beberapa
bagian jelas
dan dapat
dimengerti
Pengucapan
pendapat
tidak begitu
jelas tapi
masih bisa
ditangkap
maksudnya
oleh
pendengar
Pengucapan
pendapat
secara
keseluruhan
betul-betul
tidak jelas,
menggumam
dan tidak
dapat
dimengerti



Mengetahui,                                                                           Yogyakarta, 6 Juni 2018
Kepala Sekolah                                                                           Guru Kelas IV




(……………………)                                                              (……………………….)


LAMPIRAN

LAGU “BANGUN TIDUR”

Satu-satu aku sayang Ibu
Dua-dua juga sayang ayah
Tiga-tiga sayang adik kakak
Satu, dua, tiga sayang semuanya
Kembali >>>> 2x




LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Petunjuk pengisian Lembar Kerja Peserta Didik !
1.      Berdoalah sebelum mengerjakan soal atau berlatih soal.
2.      Isilah identitas nama lengkap dengan huruf kapital
3.      Kerjakan secara teliti dan cermat
4.      Setelah selesai mengerjakan soal,
Silahkan kumpulkan lembar kerja kepada guru kelas


Nama              : ……………………
Kelas               : IV (Empat)

Ayo Berlatih !
Latihan 1.
Jawablah pertanyaan ini dengan cermat dan teliti.
1.      Apakah yang dilakukan dita setiap pagi hari ?
         
2.      Mengapa gigi harus di rawat oleh kita?

Latihan 2.
Lengkapilah  gambar bagian rangka kepala manusia di bawah ini dengan tepat!







ATURAN PERMAINAN
“Make A Match?”
Mencari Pasangan
1.       
-          TERIMA KASIH –
GOOD LUCK EVERY BODY


Sumber : penulis (Nabila Ulfah)

(Peran Guru) Mendidik Murid Nakal

Selain orangtua, guru memiliki peran dan tanggung jawab yang besar atas perkembangan sifat dan perilaku anak. Sumber: FB: https://www...